Bandung, 13 April 2026 — UPI Migrant Center bersama Joyo Bank, Ltd. menggelar rapat koordinasi di Gedung Sekolah Pascasarjana Baru UPI untuk membahas rencana kunjungan Asosiasi Pengusaha Ibaraki dan skema kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM. Pada kesempatan ini Direktur Th Joyo Bank, Ltd. Toba Yoshitsugu yang didampingi oleh General Manager, Katsutoshi Nogami dan Isao Sakuma sebagai Chief Representastive diterima oleh perwakilan UPI Migrant Center, Yana R. Sopian, Susi Widianti dan Dadang Yunus Lutfiansyach. Kunjungan yang dijadwalkan pada tanggal 19 Mei 2026 ini akan melibatkan 40 delegasi, yang merupakan pimpinan perusahaan di wilayah Ibaraki, Jepang.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung pelatihan bahasa Jepang di Migrant Center Universitas Pendidikan Indonesia guna melihat kesiapan dan potensi calon tenaga kerja Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan tenaga kerja di Jepang sekaligus membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa UPI. Pihak Migrant Center menyatakan kesiapan menyambut delegasi, dan segera akan melakukan koordinasi lanjutan bersama pihak terkait di lingkungan UPI.
Dalam skema kerja sama, Joyo Bank berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan Jepang dengan mahasiswa Indonesia. Program mencakup proses rekrutmen, wawancara, magang selama 6–12 bulan, hingga penempatan kerja tetap setelah lulus. Sektor yang dibuka meliputi food and beverage, perhotelan, pengolahan makanan, IT, dan perawatan lansia (kaigo), dengan sejumlah mahasiswa UPI telah menunjukkan minatnya dengan mengikuti diklat vokasi bahasa Jepang di UPI Migrant Center.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Jepang sebagai syarat utama, dengan target kemampuan dasar tercapai pada awal tahun depan, sehingga harapannya pada bulan Februari tahun depan, UPI sudah dapat mengirimkan mahasiswanya untuk internshp di Ibaraki, Jepang. UPI Migrant Center akan segera mempersiapkan teknis kunjungan, sementara Joyo Bank akan mengirimkan rincian perusahaan dan kebutuhan tenaga kerja. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kesiapan SDM Indonesia agar lebih kompeten dan berdaya saing di pasar kerja global.