Bandung, 29 April 2026 — UPI Migrant Center menerima Kunjungan Kerja Monitoring dan Evaluasi Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri. Kunjungan ini dipimpin oleh Sri Andayani selaku Sekretaris Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), serta dihadiri oleh perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat, Annida Mardhotillah.
Dari pihak universitas, Yana R. Sopian mewakili UPI Migrant Center bersama tim pengelola, yaitu Susi Widianti, Sodikin, Lukman Hakim, Derry Chandra Rizky, serta Dani Hendra. Pertemuan difokuskan pada evaluasi implementasi kerja sama, khususnya dalam pengelolaan data, penguatan program vokasi, serta kesiapan Migrant Center sebagai pusat layanan terpadu bagi calon pekerja migran Indonesia.
Dalam diskusi, pihak KP2MI menyoroti pentingnya optimalisasi data alumni UPI yang berkarier di luar negeri sebagai dasar perencanaan program penempatan kerja global. UPI Migrant Center menyampaikan bahwa data tersedia namun dikelola secara ketat sesuai regulasi perlindungan privasi, sehingga pemanfaatannya memerlukan spesifikasi kebutuhan yang jelas serta jaminan keamanan data. Selain itu, Migrant Center didorong untuk memperluas peran strategisnya, termasuk membuka layanan pelatihan vokasi lintas institusi dan memperkuat integrasi antara pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Rapat juga menyoroti implementasi program nasional “SMK Go Global” yang menargetkan penyiapan tenaga kerja terampil untuk pasar internasional. Sejumlah sektor prioritas meliputi caregiver, manufaktur, hospitality, dan teknologi, dengan negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Australia. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah kompetensi bahasa asing, sehingga Migrant Center diharapkan menyusun program pelatihan berbasis kebutuhan pasar (demand-based), termasuk standar kemampuan bahasa seperti TOEFL atau IELTS untuk pasar Eropa. Pertemuan ditutup dengan penegasan penguatan infrastruktur digital melalui sistem E-Vokasi yang telah siap diimplementasikan, serta peluncuran tagline “Migran Aman” sebagai komitmen bersama dalam mendorong pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global.